PUISI

“Kamu Adalah Bintang”

Aku menatap awan hitam yang tidak berbintang.
Mungkin memang sudah pergi atau mungkin telah mati.
Seberapa besar dosa yang tidak dapat diampunkan Dia yg telah aku perbuat.

Mungkin..
Beberapa waktu sebelum malam sempat aku pikirkan.
Tapi…
Lama-lama semua pikiran pudar dan berhenti berputar.
Otakku menjelma ulang..
Kembali pada kenangan lama yang telah terlewatkan..
Jauuuuh sekali!

Aku…
Aku punya sesuatu yang hendak aku tunjukan.
Bintang yang bersinar ditengah kumpulan cahaya redup bintang yang pudar.

Aku..
Aku mungkin akan diam..
Memandangi sisa dari tubuh yang hanya tinggal luka.

Kamu sempat bilang..
Kalau sayang itu akan tetap ada.
Layaknya bintang walau sudah pudar dan mati dia akan tetap bercahaya.
Membuat kerumunan kawanan lainnya iri dan terpana.
Dan usaha..
Usaha besar yg melahirkan satu pencampaian menyenangkan.

Kamu itu bintang terindah.
Yang terindah dan paling terang.
Walaupun pada kenyataannya dia mati dan telah pudar..
Tapi indahnya..
Tetap menjadi indah yang menyilaukan.
Menjadi indah yang membuat orang lain mau mencoba.. Berusaha dan menjadi seperti kamu!

Bintang terindah yang akan terus bersinar..
Entah sampai kapan..
Mungkin sampai terompet sangkakala ditiupkan
Dan menghamburkan isi bumi seperti bulu-bulu ayam yang rapuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s