DALAM KISAHKU!!! KAKAKKU KEKASIHKU


Cerpen Razanah Amin Umar
Biasanya aku dipanggil Indhy, kini aku sudah duduk di bangku SMA. walaupun usiaku baru 14 tahun bukan berarti aku nggak bisa bersaing dengan teman-temanku yang tentunya lebih tua dariku. Banyak perubahan yang kurasakan dalam diriku, sejak aku duduk dibangku SMA. Perubahan itu mulai dari penampilan, gaya ke sekolah dan terutama dalam masalah cinta.
Dalam usiaku yang ke 14 tahun ini sudah banyak lawan jenisku merasa simpatik padaku baik itu diungkapkan secara langsung maupun tidak langsung. Aku masih ragu untuk menerima salah satu diantara mereka, karena dalam hati kecilku rasa cinta yang kumiliki hanya untuk seseorang yang paling dekat dengan ku, sebut saja Adnan. Sehingga rasa simpatik dari teman-temanku itu tidak ada yang kutanggapi.
Pemuda yang telah mencuri hatiku tidak memberi respon apapun padaku, sebut saja Adnan. Setelah aku tau bahwa dia sudah menjadi milik orang lain, aku berusaha melupakannya dan berusaha membunuh benih cinta yang tumbuh dalam hatiku. Dari dulu aku jatuh hati padanya. Namun, karena diantara aku dan dia hanya sebatas kakak dan adik, serta dia juga sudah punya kekasih, ku coba membunuh bibit-bibit cinta itu yang tumbuh dengan subur. Bagiku Adnan adalah kakakku yang paling baik. Meskipun aku dan Adnan tidak mempunyai hubungan darah. Mungkin baginya aku hanya dianggap adik. Oleh karena itu, ku mencoba melupakannya dengan menerima salah seorang teman sahabat dekatku. Walaupun dalam hatiku hanya 40% kadar cinta itu. Ku jalani cintaku dengan separuh hati.
Apa mungkin yang ku lakukan ini salah ?? aku hanya berusaha untuk melupakannya dan mencintai kekasihku dengan sepenuh hati, walaupun dalam ingatanku hanya ada seorang sahabat yang sudah ku anggap sebagai kakakku sendiri. Setiap ada masalah pasti aku cerita dengan kakakku Adnan.
Disaat perasaan cintaku ke pacarku itu mulai tumbuh dan rasa cintaku ke kakakku Adnan mulai terhapuskan. Seorang sahabatku memberitahuku, bahwa pacarku telah mengkhianatiku. Hatiku hancur berkeping-keping, rasa cintaku pada pacarku semakin terkikis. Orang yang baru mulai ku cintai tega menyakiti perasaanku.
Apakah ini sebuah karma bagiku ?? yang dahulu hanya menjadikannya sebagai pelarianku untuk melupakan kakakku. Aku tidak bermaksud demikian. Tapi, kenapa disaat aku ingin serius dengannya dia malah mengkhianatiku.
Tak lama setelah itu aku memutuskan untuk mengakhiri semua penderitaanku, sakit hatiku, kekecewaanku karena cinta. Sejak saat itu aku tidak mau lagi mengenal yang namanya cinta, karena hal yang menyedihkan dalam hidupku adalah ketika ku bertemu seseorang yang sangat berarti bagiku. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan ku harus membiarkannya pergi dan merelakannya menjadi milik orang lain. Walaupun ada sedikit penyesalan dalam diriku, ku ikhlaskan semuanya karena semuanya telah usai, berakhir, dan tenggelam bersama kenangan yang mungkin luka dihati, terkubur bersama masa lalu. Ku harap tidak akan pernah terulang kembali.

Ku ingat satu pesan kakakku Adnan.
“Saat rapuh cinta tidak mengajarkan kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta tidak mengajarkan kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagalan. Cinta tidak melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat”.

Kata-kata itulah yang sering ku camkan dalam diriku. Aku sadar bahwa saat sakit hati tak ada yang harus ditangisi karena cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan, manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. Tangisan bukanlah pengobat cinta karena ia tidak mengerti perjalanan hati nurani. Aku yakin suatu saat nanti aku akan mendapatkan yang terbaik dan lebih dari dia.
Hari demi hari ku lalui. Hubunnganku dengan kakakku Adnan semakin dekat. Tidak tau kenapa perasaan cinta itu kembali. Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan.
Tetap menunggu atau berhenti berharap ??
Melupakannya tidak semudah yang kulakukan dulu karena semakin ku menjauhinya semakin perasaan itu bertambah.
Aku tidak akan menuntut seseorang untuk mencintaiku tetapi yang harus kulakukan ialah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasannya.
Ternyata beberapa hari setelah hubunganku dengan pacarku berakhir, kakakku pun juga putus dengan pacarnya. Aku tau semua itu dari sahabatku sekaligus sahabat kakakku juga. Itu berarti kata-kata yang dia keluarkan untukku bukan hanya padaku tapi padanya juga.
Apa mungkin kedekatanku selama ini ke dia merupakan tahap pendekatan ??
Atau dia juga menyimpan perasaan yang sama sepertiku ??
Kalaupun iya, aku tentunya sangat senang karena cinta yang kurasakan tidak bertepuk sebelah tangan.
Semua yang dikatakan sahabatku benar, beberapa minggu setelah itu kakakku Adnan menyatakan cinta padaku. Aku tidak bisa berkata-kata, jantungku berdebar kencang, hatiku bagaikan berbunga. Oh tuhan apa ini yang namanya cinta ??
Ku berkata padanya “Jika kamu mengerti seperti apa cinta yang tulus, cintailah aku seperti itu. Jangan lebih, sebab hanya cinta seperti itu yang kubutuh. Jika kamu mengerti seperti apa kasih suci itu, kasihilah diriku, seputih kasih itu, karena hanya putih kasihmu yang ku mau. Jika memang benar kau dan aku ditakdirkan bersatu, maka takkan ada satupun yang bisa memisahkan kita”.
Sejak hari itu aku dan dia resmi menjadi sepasang kekasih, dan hubunganku dengan mantan kekasihku kembali seperti dulu, meski dia pernah menyakiti hatiku, aku pun manganggapnya sebagai teman biasa, tentunya aku menghargai semua itu. Karena tak seharusnya saling membenci. Tentu saja rasa cinta itu sudah tidak ada, karena ku sudah mendapatkan yang terbaik.
Siapapun pandai menghayati cinta, tapi tak seorangpun pandai menilai cinta karena cinta bukanlah suatu objek yang bisa dilihat oleh kasat mata, sebaliknya cinta hanya dapat dirasakan melalui hati dan perasaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s